Jumat, 04 November 2011

PEWARNAAN PAPANICOLAOU


PEWARNAAN PAPANICOLAOU


PAPER SITOHISTOTEKNOLOGI

Oleh

Anna Rahayu                          A102.06.005
Arif Rahmawan                       A102.06.006
Nila Ambarwati                       A102.06.020
Nurnitalius Sari Nasution       A102.06.022
Rina Lestariningsih                 A102.06.025


AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL
SURAKARTA
2011




Pewarnaan Papanicolaou



A.      Pendahuluan
Pencelupan Papanicoloau (PAP) ditemukan oleh seorang saintis bernama Dr. George papanicoloau (1832-1962). Dilahirkan di Greece, beliau menerima ijazah dari Universiti Athens pada 1904 dan PhD dalam bidang zoology dari Universiti Munich pada 1910. Dr. George Papanicoloau mula memerikasa perubahan apusan vagina wanita pada 1923. Beliau menjumpai sel yang abnormal, besar, nucleus berubah bentuk dan hiperkromatik pada wanita yang menghidap kanser uterin. Penemuan ini dianggap sebagai satu titik permulaan untuk perkembangan bidang sitologi.
Pewarnaan sediaan dikerjakan di laboratorium sitologi. Pewarnaan sediaan sitologi yang dipakai adalah pewarnaan Papanicolaou. Pewarnaan papanicolaou digunakan untuk pemeriksaan sel dalam sekret, eksdudat, transudat atau biopsi berbagai jenis organ dalam dan jaringan. Prosedur pertama yaitu pewarnaan inti dengan Hema-toxylin dan orange G serta EA sebagai cat lawan yang mewarnai sitoplasma
Prinsip pewarnaan Papanicolaou adalah melakukan pewarnaan, hidrasi dan dehidrasi sel. Pengambilan sediaan yang baik, fiksasi dan pewarnaan sediaan yang baik serta pengamatan mikroskopik yang cermat, merupakan langkah yang harus ditempuh dalam menegakkan diagnosis.


B.       Pewarnaan

1.      Pengumpulan spesimen dan fiksasi

Dalam pengumpulan dan persiapan untuk pemeriksaan sitologi yang utama adalah :
1.    Jumlah Spesimen mewakili sel-sel dari daerah yang bersangkutan
2.    Apusan harus berisi sel yang merata sehingga masing-masing dapat diamati
3.    Prosedur pewarnaan dapat menghasilkan pulasan yang dapat menjelaskan keadaan sel.

Spesimen untuk pemeriksaan sitologi didapatkan dari apusan vagina, rahim, mulut dan leher rahim serta ulserasi atau sedimen yang diperoleh lewat proses sentrifugasi atau filtrasi

Apusan ini segera difiksasi menggunakan larutan fiksasi semprot atau dicelupkan dalam eter alkohol. Setelah proses fiksasi tidak ada persyaratan penanganan khusus untuk preparat. Fiksasi secepatnya penting karena dapat terjadi artefak akibat pengeringan udara. Fiksasi bertujuan agar sel-sel tidak mengalami kerusakan.




Kesalahan yang sering terjadi:
ü Sediaan apus telah kering sebelum difiksasi (terlalu lama di luar, tidak segera direndam di dalam cairan fiksatif)
ü Cara fiksatif tidak mempergunakan alkohol 96%
ü  Penggunaan hairspray yang disemprotkan pada jarak terlalu dekat sehingga sebagian sel-sel akan tersapu dan sel tidak terfiksasi dengan baik.


2. Prosedur pewarnaan

Kesalahan di laboratorium seperti kesalahan dalam pewarnaan sediaan dan kesalahan skrining serta kesalahan inter-pretasi juga dapat mengakibatkan hasil positif palsu yang tinggi.

Suatu laboratorium sitologi yang baik tidak akan memberikan hasil negatif palsu lebih dari 10%, maka dari itu sebaiknya selalu memperhatikan pengawasan kualitas antara lain dengan:

ü  Pendidikan untuk meningkatkan kualitas.
ü  Pemeriksaan sitologi sekaligus dengan pemeriksaan kolposkopi juga merupakan suatu pengawasan kualitas.\
ü  Kesalahan lain yang juga dapat terjadi adalah karena kesalahan pasien yang sebelum pemeriksaan sudah mencuci vagina, mengalami keputihan yang hebat
ü  Sedang mengalami perdarahan/haid atau menggunakan preparat vagina.


a.       Larutan cat yang digunakan :
1)      Cat utama
a)      Hematoxylin Ehrlich / Harrist
Komposisi :
ü  Hematoxylin
ü  Potasium alumunium atau tawas
ü  Asam asetat pekat
ü  Natrium iodida

2)      Cat lawan
a)      EA-50 Multiple Polychrome Stain
Komposisi :
ü  Light Green S.F. Yellowish
ü  Fast Green FCF
ü  Bismark Brown Y,
ü  Eosin Y,
ü  Asam Phosphotungstic,
ü  asam asetat glasial

b)      EA-65 Multiple Polychrome Stain
Komposisi :
ü  Light Green S.F. Yellowish
ü  Fast Green FCF
ü  Bismark Brown Y
ü  Eosin Y
ü  Asam Phosphotungstic
ü  asam asetat glasial

c)      Orange G stain
Komposisi cat :
ü Phosphotungstic Acid
ü Orange G
ü Alkohol absolut


AquadestEA-50 and OG-6 secara umum digunakan untuk pengecatan smear vagina. EA-65 adalah modifikasi dari EA-50  khusus digunakan bersama OG-6 untuk smear dari uretra, parasentesis, sputum, lambung, dan ulkus eksternal.

3)      Peringatan dan tindakan pencegahan
Larutan cat papanicolaou mudah terbakar dan beracun. Jauhka dari sumber panas. Jika kontak dengan mata bilas dengan air segera dan ikuti saran dokter, Dapat berakibat fatal atau kebutaan jika tertelan


b.    Prosedur pewarnaan :
Saring larutan cat Hematoxylin harris sebelum digunakan.

1.    Celupkan preparat perlahan 5-10 kali dalam alkohol 95 %
2.    Celupkan preparat perlahan 5-10 kali dalam alkohol 70 %
3.    Celupkan preparat perlahan 5-10 kali dalam aquadest
4.    Rendam preparat dengan larutan cat Harris hematoxylin selama 5 menit
5.    Bilas dengan aquades, kemudian ganti aquadest yang baru sampai didapatkan aquadest tidak berwarana
6.    Celupkan preparat perlahan 5-10 kali dalam alkohol 70 %
7.    Celupkan preparat perlahan dalam HCL 1 % dalam  alkohol 70 % ampai preparat berwarna sperti ikan salmon
8.    Bilas preparat 2 kali dengan alkohol 70 %
9.    Celupkan preparat dalam larutan NH4OH 3 % dalam alkohol 70% sampai preparat berwarna biru
10.     Bilas preparat 2 kali dengan alkohol 70 %
11.    Celupkan preparat perlahan 5-10 kali dalam alkohol 95 %
12.   Rendam preparat dengan larutan cat EA- 50 atau EA-65 selama 3-6 menit
13.   Bilas preparat 2 kali dengan alkohol 100 %
14.    Bilas preparat dengan alkohol absolut yang dcampur dengan satu bagian xilene
15.   Bersihkan preparat dengan xilene

c.   Hasil
1)    Nukleus berwarna biru.
2)    Sitoplasma berwarna kemerahan dengan adanya beberapa variasi warna pada komponen tertentu.



DAFTAR PUSTAKA


Booklet.Papanicolaou Staining Procedure.Ontario:Inter Medico

dr.Zulham,M.Biomed.Penuntun Praktikum Histoteknik Biomedik.Departemen Histoteknik FKUSU

http://histologi.usu.ac.id/files/PENUNTUN/PRAKTIKUM/HISTOTEKNIK/BIOMEDIK ( Diunduh pada hari minggu 3 Oktober 2011 )

http://id.wikipedia.org/wiki/pewarnaan papanicolaou ( Diunduh pada hari minggu 3 Oktober 2011 )




Tidak ada komentar:

Posting Komentar